Thursday, March 5, 2015

Bolehkah?

Pernahkah kamu kehilangan begitu banyak? Atau mungkin kehilangan "satu" saja yang membuatmu merasa hidup? Kehilangan yang kamu perjuangkan dengan keras? Rasanya kurang lebih sama. Rasanya seperti semua mimpimu hilang. Seperti dipukul tepat dibagian hatimu bahwa kamu tidak seharusnya berharap. Masih lebih baik ketika sesuatunya tidak mungkin dibandingkan untuk berharap saja sudah tidak diijinkan. Lalu mulai menyalahkan keadaan. Atau bahkan menghukum diri sendiri. Merasa bodoh dan tidak berguna. Dan disaat itu iman mulai goyah, mulai mempertanyakan keberadaan Tuhan. SkenarioNYA yang begitu rumit.

Bolehkah mengintip sedikit chapter akhirnya? Agar tau apa langkah yang semestinya diambil. Dengan demikian tidak ada lagi kebingungan ataupun keraguan. Sekalipun yang diharapkan bukan untuk dimiliki, Merelakan yang hilang akan jauh lebih mudah. Bolehkah?